1 200110170287 UNIVERSITAS PADJADJARAN FAKULTAS PETERNAKAN SUMEDANG

1
MAKALAH
KONSUSMSI DAN PRODUKSI YANG BERTANGGUNG JAWAB
Diajukan sebagai
Tugas Mata Kuliah TPB 1
Oleh :
FAISAL MATEDI
200110170287
UNIVERSITAS PADJADJARAN
FAKULTAS PETERNAKAN
SUMEDANG
2018
2
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan
kesehatan jasmani dan rohani sehingga kita masih tetap bisa menikmati indahnya alam
ciptaan-Nya. Sholawat serta salam mari panjatkan kepada baginda Nabi Muhammad SAW
yang telah menunjukkan kepada kita jalan yang lurus berupa ajaran agama yang sempurna
yaitu agama Islam.
Penulis disini akhiranya merasa sangat bersyukur karena telah menyelesaikan
makalah ini yang di beri judul konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab sebagai
tugas mata kuliah TPB. Dalam makalah ini penulis mencoba menjelaskan tentang apa itu
konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab, akibat dari tidak menerapkan perilaku
konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab serta pandangan agama Islam tentang pola
perilaku konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab.
Penulis mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah
membantu hingga terselesaikannya makalah ini. Penulis juga memahami bahwa banyak
kekurangan didalam makalah ini maka kritik dan saran yang membangun akan sangat
membantu guna memperbaiki karya-karya selanjutnya.
Sumedang, Januari 2018
Penulis
3
DAFTAR ISI
COVER…………………………………………………………………………………………………………………. 1
KATA PENGANTAR…………………………………………………………………………………………….. 2
DAFTAR ISI …………………………………………………………………………………………………………. 3
BAB 1 PENDAHULUAN……………………………………………………………………………………….. 4
A. Latar Belakang……………………………………………………………………………………………… 4
B. Rumusan Masalah…………………………………………………………………………………………. 4
C. Tujuan…………………………………………………………………………………………………………. 5
BAB II PEMBAHASAN…………………………………………………………………………………………. 6
A. Pengertian Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab ……………………………. 6
B. Akibat dari Tidak Menerapkan Perilaku Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung
Jawab…………………………………………………………………………………………………………………. 7
C. Pandangan Agama Islam Tentang Pola Perilaku Konsumsi dan Produksi yang
Bertanggung Jawab……………………………………………………………………………………………… 8
A. Produksi …………………………………………………………………………………………………… 8
B. Konsumsi …………………………………………………………………………………………………. 9
BAB III PENUTUP………………………………………………………………………………………………. 12
A. Kesimpulan………………………………………………………………………………………………… 12
B. Saran …………………………………………………………………………………………………………. 12
DAFTAR PUSTAKA……………………………………………………………………………………………. 13
4
BAB 1
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Manusia sebagai makhluk sosial tentunya tidak akan pernah lepas dari kegiatan
ekonomi. Kegiatan ekonomi adalah suatu kegiatan yang dilakukan oleh manusia dengan
tujuan untuk mendapatkan barang dan jasa tertentu, dapat juga dikatakan sebagai kegiatan
untuk mencapai kesejahteraan dalam hidupnya. Produksi, distribusi dan konsumsi adalah
tiga hal yang selalu berkaitan dengan kegiatan ekonomi.
Saat ini jumlah populasi penduduk dunia telah mencapai 7,6 miliar. Pada tahun
2050 Perserikatan Bangsa-Bangsa atau PBB memperkirakan akan ada 9,7 miliar manusia
hidup di planet Bumi. Pertanyaannya adalah mampukah sumber daya yang ada nantinya
akan memenuhi ketersediaan kebutuhan populasi dunia pada tahun 2050?. Menurut data
FAO (Food and Agriculture Organization) dari PBB, sepertiga dari makanan yang
diproduksi di dunia untuk dikonsumsi oleh manusia setiap tahun (1.3 miliar ton pertahun)
hilang atau terbuang percuma sementara sekitar 1 miliar orang di dunia masih merasakan
kelaparan. Belum lagi masalah ketersediaan air bersih yang terus menurun jumlahnya.
Fakta bahwa hanya tersisa 3% air dunia yang dapat digunakan dimana 2,5% membeku di
benua Antartika.
Jika kita manusia yang hidup saat ini tidak mempertimbangkan segala hal yang
akan terjadi di masa depan bukan tidak mungkin akan terjadi kekacauan dimana-mana
hanya karena kita tidak bisa mengatur ketersediaan seumber daya alam di Bumi.Solusi
yang dapat kita gunakan adalah dengan menerapkan perilaku konsumsi dan produksi yang
bertanggung jawab.
Maka dalam makalah ini saya mencoba untuk menyajikan pembahasan tentang apa
itu konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab, akibat dari tidak menerapkan perilaku
konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab dan pandang agama Islam tentang
konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab.
B. Rumusan Masalah
5
Untuk memudahkan pembahasannya maka akan dibahas sub masalah sesuai dengan
latar belakang diatas yakni sebagai berikut :
1. Apa itu konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab?
2. Akibat dari tidak menerapkan perilaku konsumsi dan produksi yang
bertanggung jawab?
3. Pandangan agama Islam tentang pola perilaku konsumsi dan produksi yang
bertanggung jawab?
C. Tujuan
Makalah ini bertujuan untuk :
1. Mengetahui arti dari konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab
2. Mengetahui akibat dari tidak menerapkan perilaku konsumsi dan produksi yang
bertanggung jawab
3. Mengetahui pandangan agama Islam tentang pola perilaku konsumsi dan
produksi yang bertanggung jawab
6
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab
Konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab adalah tentang mempromosikan
efisiensi sumber daya dan energi, infrastruktur berkelanjutan, dan penyediaan akses
terhadap layanan dasar, pekerjaan ramah lingkungan dan hijau dan kualitas hidup yang
lebih baik untuk semua. Artinya kita melakukan konsumsi dan produksi yang
berkelnajutan yang Implementasinya membantu mencapai keseluruhan rencana
pembangunan, mengurangi biaya ekonomi, lingkungan dan sosial di masa depan,
memperkuat daya saing ekonomi dan mengurangi kemiskinan.
Konsumsi berkelanjutan atau disebut sustainable consumption merupakan suatu
polakonsumsi barang dan jasa yang tidak memberikan dampak negatif terhadap
lingkungan gunamemenuhi kebutuhan dasar manusia.Konsumsi berkelanjutan adalah hasil
dari suatu proses pengambilan keputusan dari konsumen sebagai tanggung jawab terhadap
terhadap lingkungan sesuai dengan kebutuhan. Menerapkan konsumsi berkelanjutan berarti
menjadi seorang konsumen yang beretika, yaitu merasa bertanggung jawab terhadap isuisu
sosial dan lingkungan di dunia dan melawan masalah ini dengan pola perilaku sendiri
(Sefyang,2007).
Pola produksi berkelanjutan adalah pola atau mekanisme sistematik yang mengatur
konsumsi suatu produk benar-benar mengikuti kaidah-kaidah yang menjamin
keseimbangan ekosistem dan kesinambungan khususnya sumberdaya alam (Kastaman
&Nurpilihan, 2004).Produksi suatu produk atau komoditas sejalan dengan adanya
konsumsi atau produk atau komoditas itu sendiri. Sebagai bahan baku utama adalah
sumberdaya alam yang secara alami ada dua macam yaitu sumber daya alam yang dapat
diperbaharui (renewable resources) dan tidak dapat diperbaharui (non renewable
resources) artinya dalam kurun waktu tertentu ketersediaannya akan habis atau musnah
dari permukaan bumi.
7
B. Akibat dari Tidak Menerapkan Perilaku Konsumsi dan Produksi yang
Bertanggung Jawab
Air, Makanan dan Energi adalah tiga hal yang sangat dibutuhkan manusia setiap
harinya. Akan tetapi disaat populasi manusia yang semakin hari semakin bertambah
sumber daya yang ada semakin hari semakin berkurang seperti air, makanan dan energi.
97% air di bumi adalah air asin, dan hanya 3% berupa air tawar yang lebih dari 2 per tiga
bagiannya berada dalam bentuk es di glasier dan es kutub.Air tawar adalah sumber daya
terbarukan, meski suplai air bersih terus berkurang. Permintaan air telah melebihi suplai di
beberapa bagian di dunia dan populasi dunia terus meningkat yang mengakibatkan
peningkatan permintaan terhadap air bersih.Menurut PBB, lebih dari satu miliar orang
tidak memiliki akses terhadap air bersih, tiga miliar orang tidak memiliki layanan sanitasi
yang memadai, dan angka kematian akibat penyakit menular melalui air yang kurang
bersih mencapai tiga juta kematian per tahun.
Beralih ke permasalahn yang lain yaitu masalah energi, sebuah lembaga konsultasi
Norwegia, Rystad Energy mengungkapkan bahwa cadangan minyak mentah terbesar di
pegang oleh tiga negara yaitu, Amerika Serikat 264 miliar barel, Rusia 256 miliar barel,
dan Arab Saudi 212 miliar barel minyak mentah. Meski demikian, analis Rystad memberi
kesimpulan mengerikan terkait masa depan minyak bumi. Lembaga ini menyebut dengan
kecepatan produksi saat ini maka cadangan minyak dunia hanya akan bertahan selama 70
tahun, padahal jumlah kendaraan bermotor akan berlipat ganda dalam 30 tahun ke depan.
(Rystad Energy, 2016)
Permasalahan selanjutnya yaitu masalah ketersediaan pangan, menurut studi the
Internatioan Fund for Agricultural Development (IFAD), terdapat beberapa temuan terkait
dengan masalah pangan dunia antara lain :
1. Diperkirakan sekitar 925 juta manusia mengalami kelaparan di berbagai penjuru
dunia.
2. Sekitar 1,4 miliar manusia memperoleh penghasilan kurang dari US$ 1.25 per
hari, sehingga menempatkan mereka dalam golongan miskin.
3. Populasi penduduk diyakini mencapai angka 9,1 miliar pada 2050.
8
4. Produksi pangan yang dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan pangan
masyarakat di negara berkembang pada 2050 di perkirakan mencapai dua kali
lipat dari produksi pangan saat tahun 2012`
5. Tak kurang dari 40 % lahan tanaman pangan mengalami degradasi, bahkan
persentase tersebut bisa lebih besar lagi apabila memperhitungkan dampak
buruk perubahan iklim (climate change).
(IFAD, The Future of World Food and Nutrition Security, 2012).
Dilihat dari fakta-fakta yang sudah dan akan terjadi rasanya sangat penting bagi
kita semua untuk segera melakukan perilaku konsumsi dan produksi yang bertanggung
jawab. Apabila kita tidak segera melakukan perilaku konsumsi dan produksi yang
bertanggung jawab akibatnya akan sangat fatal bagi keberlangsungan hidup kita sendiri
seperti, kekurangan air bersih, kelaparan, dan krisis energi dimasa depan.
C. Pandangan Agama Islam Tentang Pola Perilaku Konsumsi dan Produksi
yang Bertanggung Jawab
A. Produksi
Produksi dalam ekonomi Islam adalah setiap bentuk aktivitas yang dilakukan
manusia untuk mewujudkan manfaat atau menambahkannya dengan cara mengeksplorasi
sumber-sumber ekonomi yang disediakan Allah SWT sehingga menjadi maslahat, untuk
memenuhi kebutuhan manusia. Hal ini dapat dijelaskan dalam semua aktifitas produksi
barang dan jasa yang dilakukan seorang muslim untuk memperbaiki apa yang dimilikinya,
baik berupa sumber daya alam dan harta dan dipersiapkan untuk bisa dimanfaatkan oleh
pelakunya atau oleh umat Islam. Firman Allah dalam QS Al-Mulk : 15
???
??? ???? ?? ?? ???? ?
??
?? ?? ????? ??? ?? ???? ??
??
?
??? ?? ?? ?? ???? ??? ???
?? ???
? ???
????? ??? ?? ???? ??? ????? ???
?? ?? ???
“Dialah yang menjadikan bumi itu mudah bagi kamu, Maka berjalanlah di segala
penjurunya dan makanlah sebahagian dari rezki-Nya. dan hanya kepadaNya-lah kamu
(kembali setelah) dibangkitkan.”
Dan firman-Nya pula dalam QS Hud : 61
9
????
?
?? ???
?
?? ???? ????? ???? ?
?
??
?
???? ? ???????? ???????? ??? ?? ???? ?? ?? ?
??? ?? ?? ????? ???? ??? ?? ??? ??
?
????? ?
?? ??
??
?
?? ? ?
?????? ???
?? ?? ??? ????
???
?? ?? ?
??? ?????
??? ??? ???? ???? ????? ??
? ??? ? ??
??? ???
?
?? ??? ?
??
??? ?? ????? ?? ?
?? ?
“Dan kepada Tsamud (kami utus) saudara mereka shaleh. Shaleh berkata: “Hai kaumku,
sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada bagimu Tuhan selain Dia. Dia telah menciptakan
kamu dari bumi (tanah) dan menjadikan kamu pemakmurnya, karena itu mohonlah
ampunan-Nya, kemudian bertobatlah kepada-Nya, Sesungguhnya Tuhanku Amat dekat
(rahmat-Nya) lagi memperkenankan (doa hamba-Nya).”
Kegiatan produksi dalam perspektif Islam bersifat alturistik sehingga produsen
tidak hanya mengejar keuntungan maksimum saja. Produsen harus mengejar tujuan yang
lebih luas sebagaimana tujuan ajaran Islam yaitu falah didunia dan akhirat. Kegiatan
produksi juga harus berpedoman kepada nilai-nilai keadilan dan kebajikan bagi
masyarakat. Prinsip pokok produsen yang Islami yaitu:
1. Memiliki komitmen yang penuh terhadap keadilan.
2. Memiliki dorongan untuk melayani masyarakat sehingga segaka keputusan
perusahaan harus mempertimbangkan hal ini.
3. Optimasi keuntungan diperkenankan dengan batasan kedua prinsip di atas.
B. Konsumsi
Menurut Samuelson konsumsi adalah kegiatan menghabiskan utility(nilai guna)
barang dan jasa. Barang meliputi barang tahan lama dan barang tidak tahan lama. Barang
konsumsi menurut kebutuhannya yaitu : kebutuhan primer, kebutuhan sekunder, dan
kebutuhan tertier.
Sifat barang konsumsi menurut Al Ghazali dan Al Shatibi dalam Islam adalah AtTayyibat.
Prinsip konsumsi dalam Islam adalah prinsip keadilan, kebersihan,
kesederhanaan, kemurahan hati, dan moralitas. Monzer Kahf mengembangkan pemikiran
tentang Teori Konsumsi Islam dengan membuat asumsi : Islam dilaksanakan oleh
masyarakat, zakat hukumnya wajib, tidak ada riba, mudharabah wujud dalam
perekonomian, dan pelaku ekonomi mempunyai perilaku memaksimalkan. Konsep Islam
10
yang dijelaskan oleh Hadits Rasulullah SAW yang maknanya adalah, “Yang kamu miliki
adalah apa yang telah kamu makan dan apa yang kamu infakkan.”
Terdapat empat prinsip utama dalam sistem ekonomi Islam yang diisyaratkan
dalam al Qur’an :
1. Hidup hemat dan tidak bermewah-mewah, yang bermakna bahwa, tindakan
ekonomi diperuntukan hanya sekedar pemenuhan kebutuhan hidup(needs) bukan
pemuasan keinginan (wants).
2. Implementasi zakat dan mekanismenya pada tataran negara. Selain zakat terdapat
pula instrumen sejenis yang bersifat sukarela (voluntary) yaitu infak, shadaqah,
wakaf, dan hadiah.
3. Penghapusan Riba, menjadikan system bagi hasil (profit-loss sharing) dengan
instrumen mudharabah dan musyarakah sebagai pengganti sistem kredit (credit
system) termasuk bunga (interest rate).
4. Menjalankan usaha-usaha yang halal, jauh dari maisir dan gharar yang meliputi
bahan baku, proses produksi, manajemen, out put produksi hingga proses distribusi
dan konsumsi harus dalam kerangka halal.
Al-Qur’an sebagai landasan aktifitas konsumsi juga telah menjelaskan dalam QS Al-Isra’ :
26
? ?? ??????? ???
?? ?? ????? ?????
?? ?? ??? ?? ????? ?? ?? ????
?
????
???? ?? ???????
??
?
??? ?? ??? ??
“Dan berikanlah kepada keluarga-keluarga yang dekat akan haknya, kepada orang miskin
dan orang yang dalam perjalanan dan janganlah kamu menghamburhamburkan (hartamu)
secara boros.”
dan firman-Nya pula dalam QS Al-A’raf : 31
??
?? ??????
?
?????? ??? ?? ?? ??? ??
????????? ?
????? ??
??? ?? ??????
???
?? ???
?? ?? ?? ?? ????
??????? ???? ??????
??????
? ????? ???? ? ?? ?
“Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) mesjid, makan dan
minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orangorang
yang berlebih-lebihan.”
11
Pada kedua ayat di atas, terdapat prinsip menjauhkan diri dari kekikiran baik pada
diri sendiri maupun terhadap orang lain. Demikian pula terdapat prinsip proporsionalitas
dalam melakukan aktivitas konsumsi. Dan prinsip pertanggung jawaban dalam setiap
aktivitas konsumsi. Bayangkan bila semua manusia sejak dulu melakukan kegiatan
konsumsi seperti apa yang telah diajarkan oleh Al-Qur’an maka bukan tidak mungkin
sumber daya seperti air, makanan, dan energi tidak akan mengalami krisis seperti sekarang.
Tentu kita tidak bisa mengubah apa yang telah terjadi tapi kita bisa mengambil pelajaran
dari semua itu.
12
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Dari pembahasan diatas bisa disimpulkan beberapa hal sebagai berikut :
1. Konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab adalah tentang
mempromosikan efisiensi sumber daya dan energi, infrastruktur berkelanjutan,
dan penyediaan akses terhadap layanan dasar, pekerjaan ramah lingkungan dan
hijau dan kualitas hidup yang lebih baik untuk semua.
2. Bumi akan segera kehabisan air, makanan, dan energi apabila masyarakat dunia
tidak melakukan pola perilaku konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab
3. Islam telah memberikan prinsip pola perilaku konsumsi dan produksi yang
bertanggung jawab dalam QS Al-A’raf : 31
B. Saran
Sebaiknya masyarakat dunia harus lebih memperdulikan ketersediaan sumber
daya di Bumi tercinta ini. Bisa dimulai dari hal sederhana seperti mengambil
sesuatu secukupnya saja dan jangan berlebihan dalam hal apapun. Maka anak dan
cucu kita akan merasakan apa yang telah kita rasaka tanpa perlu kita ceritakan
kepada mereka.
13
DAFTAR PUSTAKA
Hardoko, Ervan. (2016, 07 Juli). Cadangan Minyak Mentah Dunia Hanya Cukup untuk 70
Tahun. Dilihat 09 Januari 2018, dari
http://internasional.kompas.com/read/2016/07/07/19141571/cadangan.minyak.mentah.duni
a.hanya.cukup.untuk.70.tahun
Sari, W. (2014). Produksi, Distribusi, dan Konsumsi dalam Islam. Dilihat 09 Januari 2018,
dari journal.islamiconomic.or.id/index.php/ijei/article/download/24/25
Sefyang, Gill. (2007) “Growing sustainable consumption communities: The case of local
organic food networks”, International Journal of Sociology and Social Policy, Vol. 27
Issue: 3/4, pp.120-134, https://doi.org/10.1108/01443330710741066
Setiyo. (2016, 28 Juni). Problem Ketahanan Pangan Global (Global Food Security) .
Dilihat 09 Januari 2018, dari http://www.ajarekonomi.com/2016/06/problem-ketahananpangan-global-global.html
Wahyono, Budi. (2013, September). Pengertian Konsumsi dan Produksi Berkelanjutan .
Dilihat 08 Januari 2018, dari http://www.pendidikanekonomi.com/2013/09/pengertiankonsumsi-dan-produksi.html