1 sebanyak dua saja namun ternayata keluarga

1 Pengetian Kemiskinan

Suparlan
(2004:315) kemiskinan sebagai suatu standar tingkat hidup yang rendah, yaitu
adanya suatu tingkat kekurangan pada sejumlah atau segolongan orang
dibandingkan dengan standar kehidupan yang rendah ini secara langsung nampak
pengaruhnya terhadap tingkat keadaan kesehatan, kehidupan moral, dan rasa harga
diri mereka yang tergolong sebagai orang miskin.

We Will Write a Custom Essay Specifically
For You For Only $13.90/page!


order now

Menurut
pengertian Suparlan tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa masyarakat dapat
dikatakan miskin bila memiliki tingkat standar hidup yang rendah atau dibawah
rata-rata. Tingkat standar hidup ini tidak hanya dinilai dari keadaan ekonomi
saja, namun juga tentang keadaan keadaan kesehatan, kehidupan sosial, dan moral
masyarakat.

2.3  Penyebab Kemiskinan di Indonesia

1.     Pendidikan
yang Tidak Berkualitas

Banyak negara-negara di dunia hanya terfokus kepada kuantitas
pendidikan saja. Pembangunan sekolah-sekolah diperbanyak di pelosok negeri,
seperti yang dilakukan oleh Indonesia. Namun, ada hal yang banyak tidak
disadari oleh masyarakat bahwa banyaknya sekolah yang tidak diimbangi dengan
kualitas sekolah itu sendiri justru akan menambah lagi sebuah masalah baru yang
tidak ada habisnya.

 Gedung-gedung
sekolah dibangun namun tidak dilengkapi dengan gedung perpustakaan, kualitas
guru yang memadai, dan kurikulum yang tepat. Sekolah-sekolah di Indonesia hanya
dijadikan sebagai pembuktian janji dari pemerintah. Bukan ajang mencari ilmu
dan menemukan bakat siswa. Hal tersebut merupakan sebuah fakta dan realita yang
ada dalam masyarakat. Kemiskinan merupakan sebuah lingkaran yeng terus
berputar-putar dalam kehidupan masyarakat. Salah satu peluang terbesar untuk
keluar dari kemiskinan itu sendiri adalah pendidikan yang berkualitas.

2.     Lapangan
Kerja yang Tidak Memadai

Mengingat pendidikan yang rendah dan keterampilan
yang kurang mumpuni, masyarakat akan sulit mendapatkan  pekerjaan. Masyarakat yang tidak memperoleh
pendidikan yang layak biasanya akan sangat kesulitan untuk dapat masuk ke dunia
kerja serta menghadapi persaingan yang ketat dan sulit apalagi di era
globalisasi saat ini. Jika masyarakat tidak memiliki pekerjaan maka akan sulit
memenuhi kebutuhan sehari-hari dari sinilah kemiskinan akan berasal.

3.     Jumlah
Penduduk yang Sangat Banyak

Adanya perspektif dalam masyarakat
Indonesia bahwa banyak anak banyak rejeki merupakan sebuah pemikiran yang ambigu
dan tidak dapat dibenarkan. Jika dalam suatu keluarga hanya cukup membiayai
anak sebanyak dua saja namun ternayata keluarga tersebut memiliki tujuh orang
anak. Hal seperti inilah yang dapat membuat keluarga terjerat dalam kemiskinan
karena ketidaksanggupan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

4.     Pernikahan
Usia Dini

Budaya Indonesia yang masih memegang erat adat
istiadat tradisional memang mengharuskan sebagian besar masyarakatnya untuk
melangsungkan pernikahan pada usia muda, hal ini dapat menimbulkan kemiskinan.
Pernikahan di usia dini dapat memberatkan keluarga dari masing-masing pihak, karena
masing-masing dari pasangan yang menikah muda ini masih belum dapat bekerja
dengan tetap dan mapan untuk membangun sebuah keluarga.

5.     Kebudayaan
Dan Etnik

Di kehidupan masyarakat yang umumnya berada di
pedesaan kadang terdapat tradisi yang seharusnya mulai di hilangkan demi
peningkatan taraf kesejahteraan masyarakat itu sendiri. Misalnya, pola hidup
konsumtif pada petani dan nelayan ketika panen raya, serta adat istiadat yang
konsumtif saat upacara adat atau keagamaan.

6.     Bencana
Alam

Bencana alam juga merupakan salah satu faktor adanya
kemiskinan. Negara yang sudah mulai melakukan pembangunan akan sangat kesulitan
jika tiba-tiba ada benca alam yang melanda tempat mereka. Kemarau panjang juga
merupakan salah satu bentuk bencana alam yang dapat membuat masyarakt mengalami
kesulitan pangan. Apalagi bila masyarakat tidak memiliki kemampuan bertani
untuk beradaptasi sesuai dengan musim.

2.4 Skema Perangkap Kemiskinan

Masyarakat
yang hidup dalam kemiskinan setidaknya pernah berusaha untuk meningkatkan taraf
kesejahteraan hidupnya melalui berbagai cara, namun dalam beberapa kasus
kemiskinan bagaikan lingkaran yang tidak ada ujungnya. Dibawah ini disajikan
skema perangkap kemiskinan sebagai berikut :

2.5 Solusi Masalah Kemiskinan

1.     Peningkatkan
Kualitas Pendidikan

Pendidikan adalah solusi utama dari
kemiskinan. Bila suatu negara memperbaiki kualitas sumber daya manusianya
sendiri lewat pendidikan hal ini akan membuat suatu negara dapat lepas dengan
cepat dari kemiskinan. Pendidikan yang berkualitas diharapkan dapat memperbaiki
masalah manusia itu sendiri sehingga adanya sebuah kreatifitas untuk kehidupan
yang lebih baik.

2.     Penyediaan
Keterampilan Kerja Bagi Angkatan Kerja

Salah satu penyebab besarnya angka
pengangguran adalah akrena adanya sumber daya manusia yang tidak dapat bersaing
dan kompetitif. Dengan diadakannya oleh pemerintah pelatihan-pelatihan
keterampilan angkatan kerja. Masyarakat dapat diharapkan lebih kreatif dan dapat
mandiri dalam bersaing dalam dunia kerja.

3.     Program
Keluarga Berencana

Banyaknya
masyarakat Indonesia yang memiliki banyak keturunan membuat kualitas masyarakat
itu menjadi menurun. Program keluarga berencana merupakan salah satu langkah
untuk menekan banyaknya jumlah penduduk Indonesia. Program Keluarga Berencana
sendiri dapat lebih mengarahkan masyarakat berapa jumlah anak ideal yang harus
dimiliki oleh sebuah keluarga dan perencanaan yang matang untuk masa depan
tanpa harus di bebani oleh jumlah anak yang memberatkan.

4.     Undang-Undang
Perkawinan

Usia perkawinan perlu dibatasi, hal ini
untuk menghindari adanya pernikahan dini dimana kedua pasangan tidak matang
secara fisik maupun mental. Pasangan pernikahan yang menikah di usia dini
rentan terhadap kemiskinan. Biasnya mereka belum memiliki pekerjaan dan
penghasilan yang tetap dan harus menghidupi sebuah keluarga.

5.     Perubahan
Pandangan Masyarakat

Semua program bisa
dilaksanakan oleh pemerintah jika pemerintah mau menjalankannnya dengan serius.
Namun, program-program pemerintah tidak akan bisa berjalan dengan efektif tanpa
adanya dukungan dari masyarakat itu sendiri. Pola pikir masyarakat Indonesia
yang sebagian besar masih tradisional atau primitive membuat berbagai program
pemerintah kurang berjalan dengan baik. Harus adanya sebuah revolusi pemikiran
yang dimiliki oleh rakyat Indonesia itu sendiri dimana kesadaran itu harus
tumbuh dari dalam diri masyarakat untuk menerima sesuatu hal yang baru.