Nur Malang Email : alfiahn[email protected] Abstrak Makna

Nur Alfiah Nisa
Sisi Prehantini Kurnia P.
Ula Nabila
Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang
Email : [email protected]
Abstrak
Makna adalah sesuatu yang tidak dapat terpisahkan dari semantik dan selalu melekat dari apa saja yang dituturkan. Makna selalu menyatu pada tuturan kata maupun kalimat. Dalam kaitannya dengan suatu teks, makna dapat berubah sesuai tataran kalimatnya. Perubahan-perubahan makna didasari oleh beberapa sebab. Artikel ini membahas perubahan makna yang terjadi pada beberapa kata dalam artikel kesehatan online. Berdasarkan hasil analisis, terdapat empat belas kata yang mengalami perubahan makna dan disebabkan oleh beberapa aspek.
Kata Kunci : makna, perubahan makna, kata
Makna adalah sesuatu yang tidak dapat terpisahkan dari semantik dan selalu melekat dari apa saja yang dituturkan. Sedangkan pengertian dari makna sendiri sangatlah beragam. Pateda (Chaer, 2002:79) mengemukakan bahwa istilah makna merupakan kata-kata dan istilah yang membingungkan. Makna tersebut selalu menyatu pada tuturan kata maupun kalimat. Menurut Ullman (Pateda, 2001:82) makna adalah hubungan antara makna dengan pengertian. Dalam hal ini Ferdinand de Saussure (Chaer, 2002:286) mengungkapkan pengertian makna sebagai pengertian atau konsep yang dimiliki atau terdapat pada suatu tanda linguistik.
Konsep makna dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah cara seseorang membuat pengertian terhadap objek atau benda yang ada batasan-batasan unsur penting.  Makna kosa kata yang sudah dikuasai oleh seseorang, merupakan bagian utama dari memori semantis yang tersimpan dalam otak. Hal itu disebut makna denotatif, atau sering juga disebut makna deskriptif atau makna leksikal.
Dalam kaitannya dengan suatu teks, makna dapat berubah sesuai tataran kalimatnya. Perubahan-perubahan makna didasari oleh beberapa sebab. Beberapa sebab perubahan makna menurut Djajasudarma (2013:79), yaitu perubahan makna dari bahasa daerah ke dalam bahasa Indonesia, perubahan makna akibat lingkungan, perubahan makna akibat pertukaran tanggapan indera, perubahan makna akibat gangguan kata, perubahan akibat tanggapan pemakai bahasa, dan perubahan makna akibat asosiasi. Menurut Chaer (2013:131) sebab-sebab perubahan makna diantaranya adalah perkembangan dalam ilmu dan teknologi, perkembangan sosial dan budaya, perbedan bidang pemakainan, adanya asosiasi, pertukaran tanggapan indera, perbedaan tanggapan, adanya penyingkatan, proses gramatikal, dan pengembangan istilah.
Perubahan makna dari bahasa daerah ke dalam bahasa Indonesia adalah salah satu sebab perubahan makna yang mengaitkan bahasa sebagai alat. Bahasa yang berkembang sejalan dengan bahasa Indonesia selain bahasa daerah, terdapat pula bahasa asing. Pengadopsian bahasa daerah atau bahasa asing tersebut mempengaruhi makna yang terdapat dalam suatu tataran kalimat.
Lingkungan masyarakat dapat menyebabkan perubahan makna suatu kata. Kata yang dipakai di dalam lingkungan tertentu belum sama dengan kata yang dipakai di lingkungan lain. Dalam suatu teks terdapat tema besar yang  menentukan lingkungan dari makna tersebut. Pemilihan bahasa juga berpengaruh terhadap perubahan yang disebabkan oleh lingkungan.
Sinesti adalah istilah yang digunakan untuk perubahan makna akibat pertukaran indera. Menurut Djajasudarma (2013:82) pertukaran indera yang dimaksud misalnya antara indera pendengar dengan indera penglihat, indera perasa dengan indera penglihat. Selanjutnya dari indera peraba ke indera pendengar, atau dari perasa ke penglihat dan pendengar.
Perubahan makna juga dapat terjadi sebagai akibat gabungan kata. Hal ini terjadi pada kata majemuk. Kata mejemuk terdiri dari dua atau lebih kata yang makna per katanya berbeda, namun menjadi kesatuan makna apabila digabung. Gabungan kata ini juga bisa terjadi pada kata yang memiliki induk kata sama namun kata sampingannya berbeda.
Makna kata dapat mengalami perubahan akibat tanggapan pemakai bahasa. Djajasudarma (2013:83), perubahan akibat tanggapan pemakai bahasa cenderung ke hal-hal yang menyenangkan atau hal-hal yang sebaliknya, tidak menyenangkan. Kata yang cenderung maknanya kea rah yang baik disebut ameliorasi, sedangkan yang cenderung ke hal-hal yang tidak menyenangkan (negatif) disebut peyorasi.
Perubahan makna akibat asosiasi adalah hubungan antara makna asli dengan makna yang baru. Makna asosiasi dapat dihubungkan dengan waktu atau peristiwa, dengan tempat atau lokasi, dengan warna, dan dapat dihubungkan dengan tanda (gambar) tertentu.
Selain penyebab perubahan makna di atas, terdapat pula perubahan makna yang diakibatkan oleh penyingkatan kata, proses gramatikal, dan pengembangan istilah. Pada dasarnya ketiga penyebab perubahan makna ini dapat dilihat sesuai lingkungan suatu teks bacaan.
Teks bacaan memiliki bermacam-macam jenis. Salah satunya adalah artikel kesehatan. Dalam penyajiannya, artikel kesehatan dapat ditemukan lewat media cetak maupun online. Penyajian artikel kesehatan melalui media cetak seringkali menggunakan kata-kata yang baku dan lugas, berbeda dengan artikel kesehatan yang tertera di media online yang lebih santai dalam menyajikan suatu informasi.
Berkaitan dengan penyajian artikel melalui media online yang memiliki karakteristik kepenulisan secara pribadi, sangat rentan terjadinya perubahan makna. Oleh karena itu, artikel ini menyajikan analisis perubahan makna dalam artikel kesehatan yang dimuat di media online.
Hasil Analisis
Berikut adalah hasil analisis perubahan makna dalam artikel kesehatan yang berjudul Gagal Jantung Bisa Dicegah dengan Menjadi Vegetarian, Benarkah? dimuat dalam media online www.vemale.com.
1. Diet sehat
Kata diet sehat mengalami perubahan makna dengan analisis sebagai berikut.
a. Kata diet memiliki makna menjaga pola makan
b. Kata sehat memiliki makna keadaan bugar dan nyaman seluruh tubuh dan bagiannya
Karena kedua kata tersebut digabungkan maka makna dari diet sehat yaitu menjaga pola makan agar tubuh dan seluruh bagiannya merasa bugar dan nyaman. Hal ini menunjukkan bahwa perubahan makna yang terjadi pada kata usia dini disebabkan oleh gabungan kata yaitu kata diet dan kata sehat.
2. Masalah kesehatan
Kata masalah kesehatan mengalami perubahan makna dengan analisis sebagai berikut.
a. Kata masalah memiliki makna yaitu persoalan yang harus diselesaikan.
b. Kata kesehatan memiliki makna keadaan tubuh yang sehat.
Karena kedua kata tersebut digabungkan maka makna dari masalah kesehatan adalah adanya persoalan yang harus diselesaikan untuk bisa mencapai keadaan tubuh yang sehat. Hal ini menunjukkan bahwa perubahan makna yang terjadi pada kata masalah kesehatan disebabkan oleh gabungan kata yaitu kata masala dan kata kesehatan.
3. Cepat saji
Kata cepat saji mengalami perubahan makna  dengan analisis sebagai berikut.
a. Kata cepat memiliki makna sesuatu yang dilakukan dalam waktu yang singkat.
b. Kata saji memiliki makna mempersembahkan hidangan untuk dimakan.
Karena kedua kata tersebut digabungkan maka makna dari cepat saji adalah menghidangkan makanan dalam waktu relatif singkat dari pemesanan sampai penyajian kepada pelanggan. Hal ini menujukkan bahwa  perubahan makna yang terjadi pada kata cepat saji disebabkan oleh gabungan kata yaitu kata cepat dan kata saji.
4. Obesitas
Kata obesitas mengalami perubahan makna dengan analisis sebagai berikut.
Kata obesitas memiliki makna penumpukan lemak berlebihan di dalam tubuh yang menyebakan kegemukan berlebih. Kata “gemuk” yang sering-sering disebut di masyarakat selama ini diganti menjadi “obesitas” yang maknanya dianggap lebih halus. Hal ini menujukkan bahwa  terdapat perubahan makna yang masuk dalam jenis perubahan makna penghalusan (ufemia).
5. Penyakit mematikan
Kata penyakit mematikan mengalami perubahan makna dengan analisis sebagai berikut.
a. Kata penyakit memiliki makna sesuatu yang menyebabkan terjadinya gangguan pada makhluk hidup.
b. Kata mematikan memiliki makna membuat sesuatu menjadi mati.
Karena kedua kata tersebut digabungkan maka makna dari penyakit mematikan adalah suatu permasalahan yang menyebabkan terjadinya gangguan pada makhluk hidup hingga mengancam keberlangsungan hidupnya. Hal ini menujukkan bahwa  perubahan makna yang terjadi pada kata penyakit mematikan disebabkan oleh gabungan kata yaitu kata penyakit dan kata mematikan.
6. Usia dini
Kata usian dini mengalami perubahan makna dengan analisis sebagai berikut.
a. Kata usia memiliki makna yaitu umur
b. Kata dini memiliki makna yaitu pagi sekali atau sebelum waktunya.
Karena kedua kata tersebut digabungkan maka makna dari usia dini yang dimaksudkan adalah umur anak dari 0 hingga 6 tahun. Hal ini menunjukkan bahwa perubahan makna yang terjadi pada kata usia dini disebabkan oleh gabungan kata yaitu usia dan dini.
7. Pola hidup
Kata pola hidup mengalami perubahan makna dengan analisis sebagai berikut.
a. Kata pola memiliki beberapa makna yaitu gambar sebagai contoh, sistem cara kerja, dan bentuk struktur yang tetap.
b. Kata hidup juga memiliki beberapa makna yaitu masih terus ada, bertempat tinggal, mengalami kehidupan dalam suatu keadaan, dan lain sebagainya.
Karena kedua kata tersebut digabungkan maka makna dari pola hidup yang dimaksdukan adalah cara seseorang untuk mengatur kehidupannya dalam masalah kesehatan. Hal ini menunjukkan bahwa perubahan makna yang terjadi pada kata pola hidup disebabkan oleh gabungan kata yaitu pola dan hidup.
8. Gagal jantung
Kata gagal jantung mengalami perubahan makna  dengan analisis sebagai berikut.
a. Kata gagal memiliki makna yaitu tidak berhasil atau tidak tercapai.
b. Kata jantung memiliki makna yaitu bagian tubuh yang menjadi pusat peredaran darah.
Karena kedua kata tersebut digabungkan maka makna dari gagal jantung yang dimaksudkan adalah sindrom klinis yang ditandai oleh gejala dan tanda tertentu yang disebabkan oleh peningkatan tekanan vena. Hal ini menujukkan bahwa  perubahan makna yang terjadi pada kata gagal jantung disebabkan oleh gabingan kata yaitu gagal dan jantung.
9. Masalah jantung
Kata masalah jantung mengalami perubahan makna dengan analisis sebagai berikut.
a. Kata masalah memiliki makna yaitu persoalan atau sesuatu yang harus diselesaikan.
b. Kata jantung memiliki makna yaitu bagian tubuh yang menjadi pusat peredaran darah.
Karena kedua kata tersebut digabungkan maka makna dari masalah jantung yang dimaksudkan adalah penyakit yang terjadi di jantung dan mempengaruhi fungsi jantung pada manusia. Hal ini menujukkan bahwa  perubahan makna yang terjadi pada kata masalah jantung disebabkan oleh gabungan kata yaitu masalah dan jantung.
10. Kolesterol
Kata kolesterol mengalami perubahan makna dengan analisis sebagai berikut.
a. Dalam bidang kedokteran, kolesterol memiliki makna yaitu steroid yang banyak terdapat dalam minyak dan lemak hewan, kuning telur, jaringan saraf, empedu dan batu empedu.
b. Dalam bidang kimia, kolesterol memiliki makna yatu lemak yang menyerupai alkohol, berkilau seperti mutiara, terdapat di dalam sel tubuh manusia dan hewan, terutama sel saraf dan oak, mempuanyai peranan penting dalam pengangkutan lemak dan pembuatan hormon.
Sedangkan makna kolesterol yang dimaksud dalam artikel tersebut adalah lemak yang biasa terdapat di dalam darah, otak, empedu, dan batu empedu pada tubuh manusia. Hal ini menunjukkan bahwa kata kolestrerol mengalami perubahan makna yang disebabkna oleh perbedaan bidang pemakaian.
11. Depresi
Kata depresi mengalami perubahan makna dengan analisis sebagai berikut.
a. Dalam bidang ekonomi, depresi memiliki makna suatu keadaan perniagaan yang sukar dan lesu
b. Dalam bidang psikologi, depresi memiliki makna gangguan jiwa pada seseorang yang ditandai dengan preasaan yang merosot
c. Dalam bidang geografi, depresi memiliki makna daerah merosot atau tenggelam akibat terbentuknya antiklin dan sinklin pada waktu yang sama.
d. Dalam bidang meteorologi, depresi memiliki makna daerah yang bertekanan rendah
Sedangkan makna depresi yang dimaksud dalam artikel tersebut adalah gangguan jiwa pada seseorang yang ditandai dengan preasaan yang merosot. Hal ini menunjukkan bahwa kata depresi mengalami perubahan makna yang disebabkan oleh lingkungan.
12. Berat Badan
Kata berat badan mengalami perubahan makna dengan analisis sebagai berikut.
a. Kata berat memiliki makna yaitu besar tekanan suatu benda apabila diangkat, ditimbang, dan sebagainya.
b. Kata badan memiliki makna yaitu batang tubuh manusia, sekumpulan orang, dan bagian dari suatu benda.
Karena kedua kata tersebut digabungkan maka makna dari berat badan yang dimaksudkan adalah besarnya tekanan tubuh manusia. Hal ini menujukkan bahwa  perubahan makna yang terjadi pada kata berat badan disebabkan oleh gabungan kata yaitu berat dan badan.
13. Menurunkan risiko
Kata masalah menurunkan risiko perubahan makna dengan analisis sebagai berikut.
a. Kata menurunkan memiliki makna yaitu membawa turun, merendahkan, meninggalkan warisan, dan menyampaikan wahyu.
b. Kata risiko memiliki makna yaitu akibat yang kurang menyenangkan.
Karena kedua kata tersebut digabungkan maka makna dari menurunkan risiko yang dimaksudkan adalah merendahkan tingkat akibat yang kurang menyenangkan. Hal ini menujukkan bahwa  perubahan makna yang terjadi pada kata menurunkan risiko disebabkan oleh gabungan kata yaitu menurunkan dan risiko.
14. Jantung sehat
Kata jantung sehat mengalami perubahan makna dengan analisis sebagai berikut.
a. Kata jantung memiliki makna yaitu bagian tubuh yang menjadi pusat peredaran darah.
b. Kata sehat memiliki makna yaitu (yang) mendatangkan kebaikan pada badan.
Karena kedua kata tersebut digabungkan maka makna dari jantung sehat yang dimaksudkan adalah keadaan jantung yang baik dan normal. Hal ini menujukkan bahwa  perubahan makna yang terjadi pada kata masalah jantung disebabkan oleh gabungan kata yaitu jantung dan sehat.
Berdasarkan paparan analisis perubahaan makna di atas, dapat disimpulkan bahwa dalam artikel kesehatan terdapat beberapa makna yang mengalami perubahan. Perubahan makna yang terjadi didominasi oleh perubahan makna yang disebabkan adanya gabungan kata dan lingkungan atau bidang pembahasan.
Kesimpulan
Perubahan makna yang terjadi pada suatu kata tunggal maupun kata majemuk dapat disebabkan oleh beberapa hal. Dalam artikel kesehatan online dengan judul Gagal Janjtung Bisa Dicegah dengan Menjadi Vegetarian, Benarkah? terdapat empat belas kata yang mengalami perubahan makna. Berdasarkan hasil analisis yang telah dipaparkan di atas perubahan makna terjadi baik pada bentuk asal kata maupun pembentukan kata baru. Perubahan makna yang terjadi lebih banyak disebabkan oleh bentukan kata majemuk atau gabungan kata. Asosiasi dan lingkungan juga mempengaruhi adanya perubahan makna pada beberapa kata dalam artikel tersebut.
Saran
Penulis menyarankan kepada peneliti selanjutnya untuk menganalisis secara utuh dan lebih mendetail dikarenakan dalam artikel ini penulis hanya memaparkan penyebab perubahan makna. Penulis menyarankan kepada pembaca untuk membaca referensi lain berkaitan dengan analisis perubahan makna pada suatu artikel.